Danstech Prembun Siap

13076846_1079513558753496_8975449758294959657_n

Era injeksi sudah dimulai, teknologi pada saat ini sudah sangat berkembang, terutama teknologi pada kendaraan bermotor. Saat ini teknologi pada kendaraan bermotor sudah beragam. Banyak sekali tambahan teknologi – teknologi baru yang disematkan pada sepeda motor saat ini. Salah satu teknologi sepeda motor yang terbaru saat ini adalah teknologi injeksi.

Injeksi, merupakan suatu metode pencampuran bahan bakar dengan udara pada kendaraan bermotor untuk menghasilkan pembakaran yang sempurna. Injeksi membutuhkan perangkat bernama injector, yang bertugas menyuplai campuran bahan bakar dengan udara. Sistem injeksi merupakan teknologi penerus sistem karburator pada kendaraan bermotor. Baca lebih lanjut

Merawat Rem Cakram

Rem cakram (rem disk) adalah sebuah perangkat pengereman yang digunakan pada kendaraan modern, salah satunya adalah motor. Berbeda dengan tromol, cara kerja rem cakram adalah dengan menjepit cakram yang dipasangkan pada hub atau ace roda, dan untuk menjepit cakram tersebut digunakan caliper atau biasa disebut “pala babi” yang digerakan piston untuk mendorong brake pads (sepatu rem) agar menjepit cakram ketika tuas rem ditarik. Nah sekarang gimana nih caranya supaya rem cakram kamu bisa bekerja maksmal dan yang pastinya tetap awet?
Baca lebih lanjut

Bahaya Menaruh Helm di Atas Tangki Bensin

Buat yang berkendara dengan motor bertipe sport seperti Honda Mega Pro, Tiger, dan CBR, umumnya memiliki kebiasaan meletakan helm di atas tangki bensin entah itu ketika sedang parkir atau sekedar berhenti sesaat. Nah, buat kamu yang memiliki kebiasaan tersebut, Welovehonda mau kasih saran nih lebih baik kamu tidak lagi meletakan helm di atas tangki bensin motor.

Mengapa demikian? Karena ketika kamu meletakan helm diatas tangki bensin, secara otomatis tutup tangki akan berada tepat di bawah helm. Perlu kamu ketahui juga walaupun tutup tangki dalam keadaan tertutup rapat, sedikit demi sedikit uap yang dihasilkan oleh bensin yang terdapat di dalamnya bisa keluar melalui celah-celah atau ventilasi pada tutup tangki.

Dan jika uap bensin tersebut sudah masuk dan melekat ke bagian dalam helm yang dominan terbuat dari bahan busa dan styrofoam, dalam jangka panjang bisa membuat busa helm menjadi kering, keras, rusak dan mengurangi performa helm itu sendiri. Belum lagi bau yang diakibatkannya bisa membuat kamu menjadi mual ketika sedang berkendara.

Jadi jika ingin helm kamu lebih awet lagi, janganlah meletakannya di atas tangki bensin. Untuk tetap menjaga kesegarannya cucilah helm secara berkala minimal satu bulan.

Sumber : welovehonda.com

Modifikasi Sepeda Motor, Amankah ?

fa5805a1d44e943daba8f70635b48f18

Saat ini sering kita jumpai sepeda motor yang dimodifikasi alias dirubah sesuai keinginan pemakai, namun apakah sepeda motor dimodifikasi nyaman dikendarai? Rasanya sebelum anda memodifikasi dapat simak ulasan ini.

Setiap sepeda motor standard keluaran pabrikan secara spesifikasi teknis dan desain telah memenuhi standard keamanan dan kenyamanan suatu produk untuk digunakan sehari-hari.

Jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan oleh konsumen apabila mengendarai sepeda motor Honda yang masih dalam kondisi standard keluaran pabrikan baik dari aspek keamanan maupun kenyamanan dalam berkendara.

Konsumen tertentu dan biasanya kalangan anak muda yang selalu ingin tampil beda sering mendesain ulang atau memodifikasi sepeda motornya. Se-ekstreem apapun modifikasi yang dilakukan tidak akan menjadi masalah selama sepeda motor tersebut hanya digunakan untuk “obat mata” saja alias pajangan karena begitu indah untuk dipandang.
Baca lebih lanjut

Poin – Poin Safety Riding


Secara umum dan teori sefety riding itu bisa diartikan sebagai kondisi dan cara berkendara seorang pengendara motor yang benar, ideal, dan aman (safety) baik untuk diri sendiri maupun untuk orang lain di sekitar kita. Di dalam safety riding terdapat empat poin penting yang harus dipenuhi sehingga dapat menentukan seberapa aman kah seseorang ketika berkendara, Yaitu :

1. Perlengkapan Berkendara
Lengkapi diri kamu dengan perlengkapan berkendara yang wajib dikenakan oleh pengendara motor ketika berkendara, apa lagi kalau bukan helm SNI, sarung tangan, jaket pelindung, celana panjang, sepatu dan termasuk salah satunya SIM. Karena seorang pengendara motor yang memiliki SIM seharusnya bisa berkendara secara disiplin.
Baca lebih lanjut

Postur Tubuh Yang Benar Saat Berkendara

Dalam melakukan teknik ngerem, bukan semata fokus pada bagaimana menarik tuas rem. Penting juga diperhatikan postur berkendara alias riding posture. Riding posture berfungsi menjaga keseimbangan dan kenyamanan dalam berkendara. Dengan Riding Posture yang benar membuat pengereman sepeda motor ngepot, begitu juga saat melakukan manuver atau berbelok.

Ada 7 (tujuh) riding posture yang mesti diketahui. Yakni; 1. Mata, 2. Pundak, 3. Siku, 4. Tangan, 5. Pinggul, 6. Lutut, 7. Kaki.

Masing-masing memiliki fungsi sendiri. Mata, fungsinya untuk melihat. “Pandangan mesti jauh. Agar jarak pandang lebih luas. Juga memudahkan dalam antisipasi jika ada obyek lainnya yang mengganggu” jelas Anggono.

Dalam berkendara, sebaiknya, pundak dibikin rileks. Jangan tegang karena itu akan membuat kenyamanan berkendara akan berkurang. Ujung-ujungnya, badan jadi gampang letih alias capek deh!

Bukan cuma itu, Sudut siku yang lurus juga bisa bikin susah pengendara dalam melakukan manuver. Gerak setang ke kiri dan kanan pun akan terlihat kaku.

Tapi begitunya, posisi siku juga jangan lurus. “Sudut siku idealnya 120 derajat, dengan begitu, pegangan tangan ke setang jauh lebih kuat. Dan tentunya juga, tidak membuat badan jadi gampang pegal,” tambah instruktur yang pernah ikut kursus safety riding di Jepang ini.

Jari tangan memegang bagian tengah dari grip, dengan demikian akan memudahkan pengendara mengoperasikan handel gas, rem, kopling, sakelar dan switch lainnya.

Posisi duduk ikut berpengaruh terhadap pinggul. Duduk terlalu jauh dari setang tidak baik. Begitu pula kalau terlalu dekat. Pada motor tipe sport, posisi lutut idealnya mengempit tangki. “Saat cornering alias berbelok, posisi begini akan memudahkan,” beber AIR panggilan akrabnya. Pijakan rem dan perseneling harus tegak lurus dengan kaki. Ini untuk antisipasi, ketika terjadi pengereman mendadak. Dengan begitu pengendara bisa langsung injak tuas. Silahkan mencoba…

Sumber : welovehonda.com